PROPOSISI
Anggota Kelompok :
1. Ramadhan Tri S. (11108573)
2. Bayu Muhammad Rahmanto S. (12108248)
3. Fadly Fattah (10108739)
Soal Bahasa Indonesia (Februari 2011)
Pengertian Proposisi
Proposisi adalah suatu pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh dan utuh yang di dalamnya manusia mengakui atau mengingkari sesuatu tentang sesuatu yang lain. Proposisi terdiri dari tiga bagian utama, yaitu subjek, predikat, dan kopula. Subjek adalah sesuatu yang tentangnya pengakuan atau pengingkaran ditujukan. Predikat adalah sesuatu yang diakui atau diingkari tentang term subjek. Kopula adalah kata yang menghubungkan antara term subjek dan term predikat. Syarat proposisi kategoris adalah ketiga unsurnya dinyatakan secara eksplisit, subjek dan predikat sama-sama berstruktur kata benda, dan selalu dapat dipulangkan kepada pola formal. Proposisi kategoris diklasifikasikan menjadi: 1. Kuantitas Proposisi : Proposisi Singular, Proposisi Partikular, dan Proposisi Universal. 2. Kualitas Proposisi : Proposisi Afirmatif dan Proposisi Negatif. 3. Kuantitas dan Kualitas Proposisi : Proposisi Universal Afirmatif, Proposisi Universal Negatif, Proposisi Partikular Afirmatif, dan Proposisi Partikular Negatif.
I. Tentukan bentuk proposisi yang tepat pada pernyataan di bawah ini!
- Bahasa adalah sarana penalaran
Merupakan bentuk proposisi Affirmasi Universal (A) yang berarti mengiyakan proposisi untuk kuantifikator yang bersifat universal (seluruh kelas subjek bahasa), karena semua kelas bahasa merupakan saranan penalaran, baik bahasa verbal ataupun bahasa non verbal.
Setiap proposisi mengandung pengakuan atau pengingkaran sesuatu (term predikat) tentang sesuatu yang lain (term subyek). Menurut kualitasnya, dapat membedakan proposisi atas proposisi afirmatif dan proposisi negatif.
Proposisi yang berkualitas afirmatif adalah proposisi yang mengandung pengakuan apa yang menjadi term predikatnya tentang apa yang menjadi term subyeknya.
• Term subjek : Bahasa
• Term predika : Sarana penalaran
- sifat kuantitatif matematika meningkatkan daya prediksi ilmu.
Merupakan bentuk proposisi Negatif Universal (E) yang berarti menyangkal proposisi untuk kuantifikator yang bersifat universal (seluruh kelas subjek sifat kuantitatif matematika), karena tidak seluruh sifat kuantitatif matematika dapat meningkatkan daya prediksi ilmu.
• Term subjek : Kuantitatif matematika
• Term predikat : meningkatkan daya prediksi ilmu
- Bagaimana peranan bahasa dalam proses penalaran?
Bukan merupakan bentuk proposisi, melainkan bentuk kalimat tanya yang tidak dapat diuji kebenarannya, sehingga tidak dapat diambil suatu kesimpulan dari kalimat tersebut.
- Semoga saja penelitian ini berhasil!
Bukan merupakan bentuk proposisi, melainkan bentuk kalimat perintah yang tidak dapat diuji kebenarannya, sehingga tidak dapat diambil suatu kesimpulan dari kalimat tersebut.
Kesimpulannya : Kedua kalimat pertama dapat dibuktikan kebenarannya. Kedua kalimat terakhir dapat ditolak karena fakta yang menentang kebenarannya.
II. Temukan kalimat abstrak dalam bahasa logika predikat untuk kalimat bahasa manusia berikut ini :
a. Untuk semua manusia, tidak ada manusia yang abadi
- Predikat dari pernyataan tersebut adalah : manusia (p), abadi (q);
(∀ x) (if p(x) then (not q(x)))
- Kalimat abstrak : ”tidak ada manusia”.
b. Socrates adalah manusia
- Predikat dari pernyataan tersebut adalah : scorates (a), manusia (p);
p(a)
- Kalimat abstrak : tidak ada.
c. Jika socrates adalah manusia dan Untuk semua manusia, tidak ada manusia yang abadi maka socrates tidak abadi.
- Predikat dari pernyataan tersebut adalah : manusia, abadi, socrates;
if (p(a) and (∀ x) (if p(x) then (not q(x))) ) then (not q(a))
- Kalimat abstrak : tidak ada manusia, tidak abadi, maka scorates;
d. Jika semua bilangan prima adalah bilangan ganjil maka beberapa bilangan genap adalah bilangan prima.
- Predikat dari pernyataan tersebut adalah : bilangan, genap, prima;
if (∀ x) (if prime(x) then ganjil(x)) then (∃ x) (if genap(x) then prime(x))
- Kalimat abstrak : ”bilangan genap adalah bilangan prima”.
Sumber :
- http://www.scribd.com/doc/50720386/Tugas-Bhs-Indonesia-1
- http://sulimah-mhiyu.blogspot.com/2011/03/proposisi.htm
Konsep adalah abstrak, entitas mental yang universal yang menunjuk pada kategori atau kelas dari suatu entitas, kejadian atau hubungan.
Dalam logika modern, suatu preposisi adalah apa yang dihasilkan dengan mengucapkan suatu kalimat. Dengan kata lain, hal ini merupakan arti dari kalimat itu, dan bukan kalimat itu sendiri. Kalimat yg berbeda dapat mengekspresikan proposisi yang sama, jika artinya sama.
Kata teori memiliki arti yang berbeda-beda pada bidang-bidang pengetahuan yang berbeda pula tergantung pada metodologi dan konteks diskusi. Secara umum, teori merupakan analisis hubungan antara fakta yang satu dengan fakta yang lain pada sekumpulan fakta-fakta
dalil ber~ accounted for, motivated, confirmed, substantiated; men~kan to prove
dalil proof, argument; sign, indicaton, hint; thesis, proposition
konstruk = konsep
postulate (plural postulates)
Something assumed without proof as being self-evident or generally accepted, especially when used as a basis for an argument.
A fundamental element; a basic principle.
(logic) An axiom.
A requirement; a prerequisite.
Postulat, seberapapun itu tidak bisa dibuktikan secara final, ternyata tidak bisa sembarangan kita buat atau kita terbitkan. Ternyata menerbitkan atau membuat sebuah postulat atau aksioma (dalam matematika dan fisika misalnya) membutuhkan sebuah penyelidikan atau pembuktian secara falsifikasi (atau mungkin juga verifikasi, tetapi saya lebih cenderung ke arah falsifikasi) pada proses-proses (pada hukum-hukum fisika, aturan-aturan matematis atau rumus-rumus matematis dan lain sebagainya), bahwa postulat itu “bekerja dengan baik” pada hukum hukum atau aturan-aturan dimana postulat atau aksioma itu digunakan.
materi referensi:
www.wikipedia.or.id
www.kapanlagi.com
www.merriam-webster.com
http://haqiqie.wordpress.com/2008/03/04/memikirkan-kembali-tentang-postulat-aksioma-atau-asumsi-awal-kita/
Proposisi adalah setiap pernyataan yang hanya memiliki satu nilai benar atau salah.
Logika proporsional adalah logika yang menangani atau memproses atau memanipulasi penarikan kesimpulan secara logis dari proposisi-proposisi.
Proposisi atomik adalah proposisi yang tak dapat dipecah-pecah menjadi beberapa proposisi lagi.
Contoh:
Anda harus belajar dengan rajin.
Proposisi majemuk adalah proposisi yang terdiri dari beberapa proposisi atomik.
Semua proposisi bukan atomik disebut proposisi majemuk dan semua proposisi majemuk memiliki minimal satu perangkai logika.
Contoh:
Anda harus rajin belajar atau Anda gagal ujian
Silogisme
Contoh:
A = Anda rajin belajar.
B = Anda lulus ujian.
C = Anda senang.
Bentuk argumen :
Jika A, maka B
Jika B, maka C
Jika A maka C
Pernyataan 1 dan 2 merupakan premis-premis dari argumen, sedangkan pernyataan 3 merupakan kesimpulan yang berasal dari premis-premisnya.
Modus Ponens
Contoh:
A = Lampu lalu lintas menyala merah.
B = Semua kendaraan berhenti.
Bentuk argumen:
Jika A, maka B
A
B
Modus Tollens
Contoh:
A= Badu rajin belajar.
B = Badu lulus ujian.
Bentuk argumen:
Jika A, maka B
Tidak B
Tidak A
Tidak ada komentar:
Posting Komentar